Selasa, 05 Februari 2013

FW: Ketika Ibu Masih Saja Berterima Kasih Kepada Kita

Please visit BDI Website http://vico-bdi.vico.co.id/

Pengurus BDI berupaya menghindari peredaran email-email yang dianggap dapat menimbulkan polemik antara anggota BDI

 

 

 

From: Irvan Desmal
Sent: Wednesday, February 06, 2013 7:47 AM
To: BDI
Subject: Ketika Ibu Masih Saja Berterima Kasih Kepada Kita

 

Ketika Ibu Masih Saja Berterima Kasih Kepada Kita

      *)sebuah uraian indah majalah tarbawi

"Ibu adalah segala sesuatu yang ada dalam kehidupan ini, yang dia menghibur saat duka, memberi harapan dalam putus asa, dan kekuatan dalam kelemahan" Kahlil Gibran


Terima Kasih Ibu Kepada Kita

Dari keseluruhan apa yang kita lihat dari kasih ibu, tampaknya tidak ada yang lebih menghentak rasa melebihi ucapan terima kasihnya kepada kita. Itu melebihi apa yang bisa kita bayangkan tentang beragam ekspresi senang. Terima kasih ibu adalah momen sangat emosional bagi setiap kita yang bisa memahaminya.....

Kemuliaan Ibu dalam Kosa Kata Al Qur'an
"Dan kami  perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya (al walidain); ibunya (al umm) telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah." (QS. Luqman : 14)

Ibu yang Berterima Kasih Sejak Kita Baru Tanda-tanda Ada

Bagi seorang Ibu, kelahiran kita, anaknya, disisinya adalah muara segala terima kasihnya. Meski ia tak pernah tahu, kelak akan seperti apa kita, anak-anaknya, tapi ibu telah berterima kasih sejak kali pertama kita hadir ke muka bumi ini. Terima kasih itu terus dan terus ia berikan, bahkan sebelum kita bisa berbuat apa-apa.

Terima Kasihnya Jauh Lebih Besar dari Pemberian Kita yang Apa Adanya

Bagaimana bisa, ibu masih saja berterima kasih pada kita, anak-anaknya. Padahal yang telah ia berikan pada kita sungguh tak terkira. Membalas segala kebaikan ibu sudah selayaknya, tapi bagaimana bisa? jelas tak mungkin bila ukurannya sebanding. Tapi, ibu memberi tanpa mengharap balasan, maka dia tak pernah menuntut. Sebaliknya, Ibu selalu mengapresiasi apa yang kita coba berikan, meski itu sepele dan tak bernilai.

Meski Bakti Kita Tak Pernah Cukup, Terima Kasih Ibu Selalu Berlebih

Ibu tak pernah berharap balasan atas apa yang sudah diberikan untuk anak-anaknya. Dia hanya melakukannya. Begitupun, terima kasih ibu selalu berlebih

"Terima kasih nak, Jazakillah khairan katsiran" ucap perempuan itu. Ia mengangguk sambil mengangkat amplop keatas keningnya. Destriyani sungguh tak pernah menduga reaksi tersebut yang akan diberikan ibunya. Itu menjadi kenangan yang terus ia ingat hingga bertahun kemudian.

Dia siang kala itu, ia hanya 'lucu-lucuan' memberikan sedikit penghasilan magang. Waktu ia masih kuliah. Nominalnyapun sangat tak seberapa, tak lebih dari uang jajan yang biasa ibunya berikan. Dokter hewan asal Tasikmalaya tersebut merasa kelu dan malu. Terlebih, berulang kali sang ibu mengucap terimakasih. Lalu menambahkannya dengan doa-doa.

Seperti Apapun Kita, Ibu Selalu Berterima Kasih dalam Doanya

Ketika mengucapkan terima kasihnya, ibu tidak berhenti disitu. Terimakasihnya berlanjut dengan doa, bertaut dengan pengharapan, menyatu dengan permintaan. Tanpa kita tahu, mungkin ibu selalu berdoa untuk kita. Tanpa henti. Tanpa putus. Di Siang hari, terlebih di gelap gulitanya malam.

Terima Kasih Itu Tentang Apa yang Kita Rasa

Seharusnya kita yang berterima kasih kepada ibu. Meski itu hutang yang tak akan pernah lunas. Dengan kata atau tindakan, bakti atau penghormatan, bahkan dengan apapun. Ibu adalah mata air kebajikan, yang memenuhi seluruh relung hidup kita. Dari awal hingga akhirnya. Tetapi kenyataannya justru ibu masih saja dan selalu tak pernah lupa berterima kasih kepada kita.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar