Ari Wicaksono
VICO Indonesia-Finance JKT dept. ext 6750 (081932416750 & 021-5236750)
Start an eco-friendly life: REDUCE, REUSE, RECYCLE. Don't print this email unless you REALLY need to!
From: BDI
Sent: Tuesday, November 06, 2012 7:01 AM
Subject: FW: Passive Pahala
Please visit BDI Website http://vico-bdi.vico.co.id/
Pengurus BDI berupaya menghindari peredaran email-email yang dianggap dapat menimbulkan polemik antara anggota BDI
From: Ardian Wirata
Sent: Tuesday, November 06, 2012 6:38 AM
To: BDI
Subject: RE: Passive Pahala
Teringat saya akan suatu kejadian
Ketika sahabat dan para ikhwan
Menasehati dengan penuh kesabaran
Hendaklah jenggot yang tumbuh dibiarkan
Dan celana dinaikkan
Karena itu sunnah yang terabaikan
Yg kan berbuah pahala hingga ke kuburan
Wahai akhi…
Sabarkan lah diri
Dan tekadkan dalam hati
Karena menempuh jalan ini
Seperti memegang bara api
Dari Abu Umayyah Asy Sya' baniy berkata: Aku bertanya kepada Abu Tsa'labah: "Ya Aba Tsa'labah apa yang engkau katakan tentang ayat Allah yang artinya :
"Hai orang-orang yang beriman, jagalah diri-diri kalian (tetaplah di atas diri-diri kalian); tidak akan bisa orang-orang yang sesat itu memberikan mudharat kepada kalian apabila kalian telah mendapatkan petunjuk." (QS. Al Maidah: 105)
Berkata Abu Tsa'labah:
"Demi Allah, aku telah bertanya kepada Rasulullah ‘alaihisshalaatu wasallam tentang ayat itu, maka beliau ‘alaihisshalaatu wasallam bersabda yang artinya:
"Beramar ma'ruf dan nahi mungkarlah kalian sehingga (sampai) kalian melihat kebakhilan sebagai perkara yang dita'ati, hawa nafsu sebagai perkara yang diikuti; dan dunia (kemewahan) sebagai perkara yang diagungkan (setiap orang mengatakan dirinya di atas agama Islam dengan dasar hawa nafsunya masing-masing.
Dan Islam bertentangan dengan apa yang mereka sandarkan padanya), setiap orang merasa ta'jub dengan akal pemikirannya masing-masing, maka peliharalah diri-diri kalian (tetaplah di atas diri-diri kalian) dan tinggalkanlah orang-orang awam karena sesungguhnya pada hari itu adalah hari yang penuh dengan kesabaran (hari dimana seseorang yang sabar menjalankan al haq dia akan mendapatkan pahala yang besar dan berlipat).
Seseorang yang bersabar pada hari itu seperti seseorang yang memegang sesuatu di atas bara api, seseorang yang beramal pada hari itu sama pahalanya dengan 50 orang yang beramal sepertinya."
Seseorang bertanya kepada Rasulullah ‘alaihisshalaatu wasallam yang artinya: "Ya Rasulullah, pahala 50 orang dari mereka?" Rasulullah ‘alaihisshalaatu wasallam berkata: "Pahala 50 orang dari kalian (para Sahabat Rasulullah ‘alaihisshalaatu wasallam)"
{HR.Abu Daud: 4341, At Tirmizi: 3058, dan dihasankan olehnya; Ibnu Majah: 4014, An Nasai dalam kitab Al Kubro: 9/137-Tuhfatul Asyrof, Ibnu Hibban: 1850-Mawarid, Abu Nuaim dalam Hilyatul Aulia: 2/30, Al Hakim: 4/322-dishohihkan dan disetujui oleh Adz Dzahabi, Ath Thahawi dalam Misykalul Atsar: 2/64-65, Al Baghowi dalam Syarhu Sunnah: 14/347-348 dan dalam Ma'alimul Tanzil: 2/72-73, Ibnu Jarir Ath Thabari dalam Jamiul Bayan: 7/63, Ibnu Wadloh Al Qurtubi dalam Al bida'u wa nahyuanha: 71, 76-77; Ibnu Abi Dunya dalam Ash Shobr: 42/1} Hadits Tsabit dari Rasulullah dengan syawahidnya (jalan lainnya).
From: BDI
Sent: Thursday, November 01, 2012 8:03 AM
Subject: FW: Passive Pahala
Please visit BDI Website http://vico-bdi.vico.co.id/
Pengurus BDI berupaya menghindari peredaran email-email yang dianggap dapat menimbulkan polemik antara anggota BDI
-----Original Message-----
From: Nana Triana
Sent: Wednesday, October 31, 2012 6:59 PM
To: BDI
Subject: Passive Pahala
http://www.jamilazzaini.com/passive-pahala
Semua orang pasti ingin memiliki passive income; penghasilan terus mengalir pada saat sudah tidak bekerja. Bagi orang yang bekerja dan menjadi karyawan, setelah tua mereka mengandalkan dana pensiun walau mungkin tidak seberapa. Bagi yang punya jiwa bisnis, mereka membangun kerajaan bisnis agar usahanya semakin besar dan bisa terus dinikmati hasilnya hingga di kemudian hari. Passive income adalah impian banyak orang, termasuk saya di dalamnya.
Secara spiritual, Allah SWT juga menawarkan Passive Pahala. Apa itu? Pahala yang terus mengalir tiada henti walau kita sudah tidak lagi melakukan amalannya bahkan kita sudah terbujur kaku di dalam tanah. Orang-orang yang cerdas pasti akan berebut mengambil kesempatan ini. Mau tahu apa tawaran Sang Pencipta? Simak hadits berikut, “Jika seorang anak Adam meninggal dunia, terputuslah seluruh amalannya kecuali tiga hal: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya.”
Pastikanlah dalam setiap menerima penghasilan ada bagian yang Anda sedekahkan. Sedekah itu direncanakan bukan hanya dari sisa-sisa penghasilan. Sedekah rutin itu lebih prioritas dibandingkan menabung rutin. Kehidupan akhirat jauh lebih nikmat dibandingkan kehidupan dunia yang sesaat. Sedekah itu menyelamatkan hidup Anda bukan bagi si penerima. Sangat rugi orang yang sanggup membeli rutin sesuatu yang bisa merusak hidupnya (rokok, misalnya) tetapi tidak bisa rutin bersedekah.
Orang yang berilmu akan ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT. Apalagi bila ilmu itu disebarluaskan dan diajarkan. Tabiat ilmu, semakin sering dibagikan maka akan semakin banyak dan mengkristal dalam hidup Anda. Khusus bagi Anda yang ingin menyebarkan ilmu lewat dunia training, silakan ikut Trainer Bootcamp, 7-9 Desember di Bogor, hubungi 0812-1632-0707 [Promosi dikit, ya. Hehehe... Tapi swear itu bermanfaat banget].
Menyebarkan ilmu tidak harus di ruang kelas atau kuliah tapi bisa juga lewat media sosial. Aktifkan twitter, facebook dan blog atau website Anda untuk menyebarkan ilmu yang bermanfaat. Social media bukan sarana untuk curhat apalagi menyebarkan kegalauan pribadi Anda. Jadikan ia sarana untuk meningkatkan Passive Pahala Anda.
Mendidik anak yang shalih bukan pekerjaan mudah. Itu harus ditempuh dengan keringat dan usaha yang cerdas. Bahkan harus dilakukan sebelum anak kita terlahir. Bagaimana caranya? Dengan memilihkan ibu atau bapak terbaik bagi anak-anak kita. Pilihlah pasangan yang bisa menjaga harga dirinya bukan yang dengan mudah menyerahkan kehormatannya.
Setelah menikah, kehidupan rumah tangganya harus dibangun dengan visi yang jelas. Didiklah anak laki-laki Anda untuk menjadi pemimpin dan suami teladan di masa yang akan datang. Sementara didiklah anak perempuan Anda untuk menjadi istri shalihah dan ibu yang hebat bagi putra-putrinya. Salah mendidik anak akan menjadikan karakter anak tidak jelas, lelaki tetapi perilakunya perempuan atau sebaliknya perempuan tetapi gayanya laki-laki. Jangan hanya pintar melahirkan tetapi tidak dididik dengan cara yang benar.
Jangan pernah main-main dan berleha-leha untuk tiga hal tersebut di atas. Sesuatu yang memberikan hasil besar pasti memerlukan energi yang besar. Tanpa Passive Pahala ini rasanya tak cukup amal-amal kita untuk ditukar dengan tempat yang sangat mulia di kehidupan nanti. Orang-orang yang waras dan cerdas pasti akan rela berkeringat untuk sesuatu yang sangat manfaat. Setuju?
Salam SuksesMulia!
Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini
Tidak ada komentar:
Posting Komentar