Senin, 16 September 2013

Syekh Yusha Evans, Kisah Misionaris Memeluk Islam

Visit waysofmuslim.blogspot.com

Syekh Yusha Evans, Kisah Misionaris Memeluk Islam

Sabtu, 10 Agustus 2013, 06:08 WIB

Syekh Yusha Evans

 

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Friska Yolandha

Ia terperangah dan terpesona dengan Alquran yang dibacanya. Yusha begitu yakin akan kebenaran yang tercantum dalam kitab suci itu.

Suatu hari di musim panas 1996. Yusha Evans, seorang misionaris muda kedatangan seorang teman bernama Benjamin. Ia tak pernah menyangka, kehadiran temannya itu bakal menggoyahkan imannya. Sebuah pertanyaan tak terduga yang dilontarkan temannya membuatnya melepaskan keyakinannya sebagai seorang Kristen.

‘’Apakah kau pernah membaca seluruh isi Alkitab?’’ Tanya Benjamin.

‘’Apa maksudmu? Saya seorang misionaris Kristen dan bagaimana mungkin kau bertanya seperti itu padaku?’’ cetus Yusha.

‘’Apakah kau pernah membaca Alkitab seperti membaca sebuah novel: mengetahui tokoh-tokoh yang ada di dalamnya, mengetahui plot dan tempatnya serta tahu seluruh detail isinya?’’

Yusha mengaku tak pernah membaca Alkitab dengan cara itu. Lalu Benjamin menantangnya untuk membaca kembali Alkitab dari awal hingga akhir. Ia memintanya untuk membaca Alkitab selama beberapa bulan dan tidak menyentuh buku lain, kecuali Alkitab.

Maka mulailah Yusha membaca Alkitab dari Kejadian 1:1. Ia sangat tertarik dengan kisah para nabi. Dalam Alkitab, dikisahkan bahwa Nabi Nuh menyampaikan wahyu Allah, tapi tidak ada satupun umatnya yang mengikuti seruannya. Lalu Allah menghukum umat Nabi Nuh dengan mendatangkan banjir besar, dan hanya Nabi Nuh serta orang-orang yang naik ke kapal saja yang selamat.

Setelah banjir, seperti dikisahkan dalam Alkitab, Nabi Nuh  meminum anggur dan keluar dalam keadaan mabuk. Yusha mengaku sangat heran, mengapa Nuh seorang utusan Tuhan bisa bersikap seperti itu. 

‘’Tidak mungkin seorang nabi bersikap seperti itu. Maka saya tahu mengapa umat Nabi Nuh tidak mendengarkan apa yang ia sampaikan, karena ia mabuk,” kata Yusha kecewa.

Yusha  kembali melanjutkan bacaannya. Semakin dalam membaca, kian banyak ia  menemukan kesenjangan dalam Alkitab. Beberapa kisah nabi yang dibacanya justru tak mencerminkan nabi itu sebagai utusan Tuhan. Mereka malah seperti pelaku kriminal,  yang justru dicari-cari polisi.

Ia pun amat penasaran. Yusha lalu bertanya kepada pendeta di gereja tempat melakukan misa. Ia mempertanyakan banyak hal. Namun Yusha tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Para pendeta yang ditemuinya berkata, ‘’Janganlah ilmu pengetahuan yang sedikit mempengaruhi keyakinannya terhadap Yesus.’’

Yusha diminta agar tidak perlu mempelajari segala hal. Ia diminta hanya cukup percaya saja pada apa yang diajarkan. Sejumlah pendeta memintanya agar tidak membaca Perjanjian Lama. Alasannya, Alkitab tersebut sudah tidak lagi terpakai. Mereka  memintanya untuk membaca Perjanjian Baru.

Di dalam Perjanjian Baru, Yusha menemukan sebuah ayat yang menyebut bahwa Yesus berkata Tuhan itu satu. Dan hal tersebut terus diulang-ulang di ayat dan surat berikutnya dengan cara yang berbeda. Sama seperti ajaran Musa dalam 10 Perintah Allah, hal pertama yang diperintahkan adalah menyembah Allah dan tidak ada yang lain.

Yusha lalu mencari tahu mengenai Yesus. Ia menemukan ayat yang menyebutkan bahwa Yesus memerintahkan hal yang sama: menyembah satu Tuhan. Rasa penasarannya semakin menggebu. Ia pun mulai mempertanyakan tentang penyaliban Yesus. Dalam ajaran yang ia terima, Yesus dipaku pada bagian tangannya.

Dalam hatinya muncul kegamangan. Yusha berpendapat, hal tersebut sangatlah konyol. Seseorang yang telapak tangannya disalib tidak akan bertahan lama di atas tiang. Ia pun menyampaikan pendapatnya itu kepada para pendeta. Alih-alih mendapatkan jawaban, ia justru dilarang untuk melakukan khutbah Kristen di gerejanya.

Saat kondisi imannya sedang goyah, Benjamin kembali menemui Yusha. ‘’Aku telah membaca Alkitab berulang kali. Alitab itu pula dicetak berulang kali, namun selalu masih saja ada salah penulisan. Padahal, Tuhan itu sempurna. Ciptaannya pun sempurna dan kitabnya juga haruslah sempurna,’’ ujar Benjamin.

Sejak hari itu, Yusha melepas Kristen sebagai agama yang diyakininya. Ia memutuskan meninggalkan agamanya dan memilih untuk mencari agama lain. Ia mempelajari Buddha dan beberapa agama lain, termasuk Islam. Yusha juga sempat membaca sebuah buku tentang Islam, tetapi hal itu tidak membuatnya senang. Ia akhirnya tidak mengikuti satu agama dunia pun.

‘’Tuhan, jika Engkau tidak memberi saya petunjuk, maka saya akan mencari jalan sendiri,’’ Yusha memanjatkan sebuah doa. Saat itu, ia berusia 17 tahun.


****

Yusha Evans lahir dan besar di South Carolina, Amerika Serikat.  Ia dibesarkan oleh kakek (Indian Amerika) dan nenek (Irlandia) yang sangat konservatif. Kakek dan neneknya selalu mengajarkannya berdoa sebelum makan, sebelum tidur, tidak boleh menyalakan musik keras-keras, tidak membawa perempuan ke rumah.
‘’Itu yang saya pelajari di sekolah Minggu,’’ ujar Yusha. Masa kecilnya dihabiskan bersama nenek dan kakeknya. Menginjak usia 14 tahun, neneknya mengajak Yusha ke sebuah pelayanan Sabtu yang benar-benar berbeda dengan apa yang dialaminya di sekolah Minggu.

Di sana mereka bermain bola, voli, basket. Di pelayanan Sabtu, Yusha juga menemukan banyak makanan, kue, dan permen. Di akhir pertemuan, pastor yang memimpin acara itu mulai memberikan pengajaran tentang agama. Ia sangat menyukainya, karena tempat itu seperti sekolah normal.

Ketika berumur 15 tahun,  nenek Yusha meminta pastor muda yang biasa melayaninya di gereja untuk mengantarkan cucu kesayangannya itu ke sekolah. Yusha belum memiliki surat izin mengemudi (SIM),  sehingga belum boleh mengendarai mobil sendirian. Pastor yang usianya tiga tahun lebih tua dari Yusha itu menjadi teman baiknya.

Bersama pastor muda itu, Yusha diajak ke sebuah perkumpulan remaja yang bernama “Kehidupan Remaja”. Perkumpulan ini tidak seperti perkumpulan biasanya. ‘’Kelompok itu seperti yang kau lihat di televisi. Ada orang bernyanyi dan bermain gitar. Khutbah yang dilakukan dalam kelompok itu tidak seperti khutbah yang ada gereja. Dalam menyampaikan khotbahnya, ia (pastor) berteriak-teriak dan menyampaikannya dengan lantang langsung ke orang-orang.’’

Hal ini sangat menarik bagi Yusha. Mereka mengajarkan Kristen dengan cara yang berbeda dari yang dipelajari saat masih kecil. Menginjak usia 16 tahun,  ia sudah tahu apa yang diinginkannya. Yusha ingin menjadi seorang misionaris. Sebagai seorang yang perfeksionis, ia ingin mendalami Kristen secara utuh. Ketika ia ingin sesuatu, maka apa yang ia lakukan harus terselesaikan.


****

Pada suatu hari, Yusha pergi ke New York bersama beberapa temannya. Di kota terbesar di dunia itu,  ia kehabisan uang dan memutuskan untuk mengambil uang dari sebuah mesin anjungan tunai mandiri (ATM). Ketika mengambil uang, ia dirampok oleh orang-orang bersenjata.

Kejadian itu membuatnya sangat takut,  sehingga hari itu juga  Yusha kembali ke rumah neneknya. Ia tidak menceritakan peristiwa yang menimpanya kepada sang nenek. Ia menyimpannya,  sampai akhirnya mendapatkan mimpi buruk.

Dalam mimpi itu, orang yang merampoknya di ATM menembaknya hingga mati. Lalu, ia melihat sesuatu tengah menantinya di sisi lain kehidupan. Ia tidak mengetahuinya.Yusha sangat ketakutan. Ia terbangun dari mimpinya sambil berteriak.

Sang nenek datang dan bertanya, ‘’Mengapa kau berteriak? Lalu, Yusha menceritakan segalanya, tentang perampokan dan mimpi yang dialaminya.

‘’Tuhan mempunyai satu rencana untukmu, percayalah,’’ ujar sang nenek.

‘’Lalu apa yang harus kulakukan?” tanyanya.

“Kau harus kembali pada-Nya. Kau harus mencari-Nya.”

Yusha pun linglung. Ia sudah mencari Tuhan kemana-mana, namun tidak menemukannya. Neneknya berkata, ‘’Tuhan tidak akan pergi kemana-mana, kau hanya perlu menemukannya.’’ Sang nenek tidak menyuruhnya untuk kembali ke gereja, hanya memintanya untuk mencari Tuhan.

Yusha mulai menjadi agnostik: mempercayai adanya Tuhan, namun tidak menganut agama apapun. Ia melakukan doa dengan caranya sendiri. Ia merasa jenuh dengan hal tersebut dan akhirnya memohon pada Tuhan, “Kalau Engkau ingin aku mengenal-Mu, maka bimbinglah aku.”

Sejak saat itu, ia tidak mau mendengar lagi apa yang harus dipercayainya. Yusha ingin melihat apa yang harus dipercayainya. Ia telah membaca banyak buku dan kitab agama lain, namun tidak satu pun yang sesuai dengan apa yang dipercayai olehnya.


****

Sampai pada suatu hari, Yusha berkunjung ke rumah seorang temannya bernama Musa yang beragama Islam. Selama bertahun-tahun Yusha mengenalnya, ia sama sekali tidak menyadari kalau temannya itu adalah seorang Muslim. Dalam pertemuan itu, mereka membicarakan tentang agama. Dari situlah, Yusha berkenalan dengan Islam yang sebenarnya.

Karena tidak mempercayai adanya komunitas Islam di lingkungannya, teman Afro-Amerika yang Muslim itu mengajak Yusha ke masjid, sebuah tempat yang tepat untuk menanyakan tentang Islam. Yusha selama ini tidak pernah menyadari bahwa di lingkungannya terdapat masjid. Apalagi letaknya tidak jauh dari gereja.

“Dan saya tidak menyadarinya!” ujarnya.

Ia lalu berkunjung ke masjid. Saat sedang menunggu Musa, seorang lelaki mendekatinya dan bertanya, ‘’ Apa sedang kau lakukan di sini?’’

‘’Aku sedang menunggu Musa.’’

‘’Musa tidak terlalu sering datang ke masjid. Namun, jika kau ingin melihat masjid, saya dengan senang hati akan mengantarkanmu.’’

Awalnya. Yusha merasa takut. Tak pernah terpikirkan dalam benaknya untuk masuk ke masjid. Selama ini, pikirannya tentang Islam sangat buruk, namun pria itu memperlakukannya dengan sangat baik.

Ia pun masuk ke dalam masjid tersebut dan mendengarkan khutbah. Awalnya, ia berpikir bahwa lafal ayat-ayat dalam bahasa Arab yang disampaikan khatib bermaksud untuk membunuhnya. Namun, ketika khatib tersebut menerjemahkan kalimat-kalimat Arabnya, Yusha menyadari apa yang dikatakan khatib itu adalah tentang menyembah Tuhan yang satu.

Usai shalat Jumat, ia menemui khatib dan bertanya, ‘’Apa yang barusan kalian lakukan tadi?’’

‘’Tadi kami melaksanakan shalat, menyembah Allah.’’

Ketika sang khatib hendak menjelaskan kepada Yusha tentang Islam, ia segera memotongnya, ’’Saya tidak ingin penjelasan. Saya ingin bukti. Apabila memang agama Anda benar, maka buktikanlah.’’

Kakeknya pernah berkata pada Yusha. Ketika orang mengklaim sesuatu itu benar, maka perlu pembuktian. Karena Yusha meminta bukti pada khatib, ia lalu diajak ke ruangannya. Khatib itu memberikannya Alquran, kitab suci umat Islam. Lalu Yusha membawanya pulang dan membacanya.

Ia terperangah dan terpesona dengan Alquran yang dibacanya. Selama tiga hari, ia tidak dapat berhenti membacanya. Ia begitu meyakini kebenaran yang tercantum dalam Alquran. Hidayah Allah SWT memancar dalam kalbunya. Yusha pun bertekad untuk menjadi seorang Muslim.
Yusha kembali ke masjid dan menemui sang khatib. Lalu ia berkata, ’’Saya ingin menjadi Muslim.”

‘’Kau harus memahami satu hal lain apabila ingin menjadi seorang Muslim. Anda harus tahu tentang Nabi Muhammad SAW.’’

Yusha pun membaca tentang kisah Nabi Muhammad. Ia pun meyakini Muhammad sebagai utusan Allah. Pada Desember 1998,  Yusha yang bernama asli Joshua akhirnya memeluk Islam. ‘’Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah. Aku juga bersaksi bahwa Muhammad utusan Allah.’’

Sejak itu, ia mempelajari Islam dari sejumlah ulama di Mesir dan Amerika Serikat.  Kini, Yusha menjadi seorang dai dan penceramah. Umat Islam di negeri Paman Sam memanggilnya, Syekh Yusha Evans. Ia berkhidmat di jalan Allah SWT, dengan menyebarkan ajaran Islam. Sumber: islamevents.com/yushaevans.com

 

Redaktur : Heri Ruslan

 

 

Pilihan Kematian (Maut)

Visit waysofmuslim.blogspot.com

Bara' bin Azib radliyallaahu 'anhu berkata:

Kami keluar bersama Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam untuk menguburkan jenazah salah seorang sahabat Anshar, dan sampailah kami ke pekuburan namun ternyata lubang kuburnya belum digali. Maka Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam duduk menghadap ke kiblat dan kami pun duduk di sekeliling beliau seakan-akan di kepala kami ada burung yang hinggap. Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam memegang batang kayu dan menggaris-gariskannya ke tanah, lalu beliau melihat ke langit lalu ke bumi. Beliau juga mengarahkan pandangan ke atas kemudian menurunkannya, lalu beliau bersabda: "Berlindunglah kalian kepada Allah dari azab kubur."

Lalu beliau berdo'a: : "Ya Allah, sesungguhnya saya berlindung kepada-Mu dari azab kubur" dan mengulanginya tiga kali.

 

Kemudian beliau shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Sesungguhnya seorang hamba yang beriman apabila putus dengan kehidupan dunia untuk menuju akhirat maka turunlah para malaikat. Wajahnya putih bersih laksana mentari, mereka membawa kain kafan dan minyak wangi dari surga, dan mereka duduk di dekat hamba itu sepanjang mata memandang. Kemudian datanglah malaikat maut lalu dia duduk di dekat kepalanya seraya berkata: 'Wahai jiwa yang tenang, keluarlah menuju ampunan dan ridho Allah.'

Maka roh itu pun keluar sebagaimana tetesan air keluar dari tempatnya, lalu malaikat maut itu pun mengambilnya (dalam riwayat lain: Apabila roh itu keluar maka semua malaikat yang di langit dan di bumi mendo'akannya, lalu dibukalah pintu langit dan tidak ada satu pun malaikat penjaga pintu itu melainkan berdo'a kepada Allah, semoga roh itu naik melewati pintu mereka), dan apabila roh itu sudah diambil oleh malaikat maut maka para malaikat yang lain tidak membiarkannya berada di tangannya sekejap pun, sehingga mereka mengambilnya dan meletakkan pada kain kafan dan memberinya minyak wangi yang berasal dari surga.

Inilah makna firman Allah Ta'ala:

(تَوَفَّتۡهُ رُسُلُنَا وَهُمۡ لَا يُفَرِّطُونَ (٦١ …

… dia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami dan mereka tidak akan melalaikan kewajibannya. (Al An'am : 61)

Maka dari roh itu akan menyebar bau minyak wangi yang terharum di muka bumi , lalu para malaikat pun membawanya naik, dan tidaklah mereka melewati sekelompok malaikat melainkan mereka bertanya: 'Roh siapakah yang harum ini?' Maka mereka menjawab: 'Fulan bin Fulan', dengan namanya yang paling baik selama di dunia. Tatkala mereka sampai di langit dunia maka mereka minta supaya pintu langit dibuka, maka pintu pun terbuka. Lalu para malaikat penjaga langit itu mengantarnya sampai ke langit di atasnya sampai ke langit ke tujuh.

Maka Allah Ta'ala berfirman: 'Tulislah kitab hampa-Ku ini di 'illiyyin.'

(وَمَآ أَدۡرَٮٰكَ مَا عِلِّيُّونَ (١٩)كِتَـٰبٌ۬ مَّرۡقُومٌ۬ (٢٠)يَشۡہَدُهُ ٱلۡمُقَرَّبُونَ (٢١

Tahukah kalian apa itu illiyyin? Yaitu kitab yang tertulis yang disaksikan oleh para malaikat yang didekatkan kepada Allah (Al Muthoffifin: 19-21)

Maka kitabnya pun ditulis di 'illiyyin, lalu dikatakan kepadanya: 'Kembalikanlah dia ke bumi, karena Aku telah berjanji bahwa darinyalah Aku ciptakan mereka, kepadanyalah Aku kembalikan dan darinyalah Aku keluarkan yang kedua kalinya.' Maka dia pun dikembalikan ke bumi dan rohnya dikembalikan ke jasadnya, sehingga dia bisa mendengar suara sandal orang-orang yang mengantarnya saat pulang.

Lalu datanglah dua malaikat dan membentaknya dengan keras lalu mendudukkannya seraya berkata:

(مَنْ رَبُّكَ) 'Siapa Tuhanmu?' Maka dia menjawab: 'Tuhanku Allah'

Keduanya bertanya lagi (وَمَا دِيْنُكَ) 'Apa agamamu?' dia menjawab: 'Agamaku Islam'

Keduanya bertanya lagi (وَمَا هَذَا الرَّجُلُ الَّذِيْ بُعِثَ فِيْكُم) 'Siapa orang yang telah diutus di antara kalian?' dia menjawab: 'Dia itu Rasulullah'

Keduanya bertanya lagi: 'Apa yang memberitahumu mengenai jawaban ini?' Dia menjawab: 'Saya baca kitab Allah, lalu saya beriman dan membenarkannya.'

Lalu malaikat itu membentak dan berkata: 'Siapakah Tuhanmu? Apa agamamu? Siapakah nabimu?' Dan ini adalah akhir ujian yang dipaparkan kepada seorang mu'min.

Dan itulah makna firman Allah Ta'ala:

(يُثَبِّتُ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱلۡقَوۡلِ ٱلثَّابِتِ فِى ٱلۡحَيَوٰةِ ٱلدُّنۡيَا وَفِى ٱلۡأَخِرَةِ‌ۖ … (٢٧

Allah meneguhkan iman orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan dunia dan di akhirat … (Ibrohim: 27)

Maka dia menjawab: 'Tuhanku Allah, agamaku Islam, nabiku Muhammad.' Maka ada yang memanggil dari langit: 'Bahwa hamba-Ku telah berkata jujur, maka hamparkanlah permadani dari surga, dan berikanlah pakaian dari surga serta bukakan pintu ke surga.' Maka berhembuslah angin dan minyak wangi surga, dan diluaskan kuburnya sepanjang pandangan mata. Lalu datanglah seorang lelaki yang tampan, pakaiannya bagus, baunya harum, seraya berkata: 'Bergembiralah dengan yang membuatmu senang, bergembiralah dengan yang membuatmu senang, bergembiralah dengan keridhoan dari Allah serta surga yang di dalamnya terdapat kenikmatan abadi, ini adalah hari yang dijanjikan kepadamu.'

Maka si mu'min itu berkata: 'Semoga Allah juga memberimu kegembiraan. Siapakah engkau? Wajahmu datang membawa kebaikan.' Maka dia menjawab: 'Saya adalah amal perbuatanmu yang sholih, demi Allah, saya tidak mengetahui engkau kecuali cepat menjalankan ketaatan pada Allah danlambat dalam menerjang larangan Allah, maka Allah membalasmu dengan kebaikan.'

Kemudian dibukakanlah pintu ke surga dan pintu ke neraka, lalu dikatakan kepadanya: 'Ini adalah tempatmu seandainya engkau berbuat maksiat kepada ALlah, sekarang Allah menggantikanmu dengan yang satunya ini.' Dan setiap kali dia melihat yang ke arah surga maka dia berkata: 'Ya Allah, segerakan bangkitnya hari kiamat, sehingga saya bisa kembali pada keluarga dan hartaku.' Maka dikatakanlah kepadanya: 'Tenanglah.'"

Kemudian Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam melanjutkan sabdanya:

"Adapun seorang hamba yang kafir (dalam riwayat yang lain: hamba yang bermaksiat)apabila putus dari kehidupan dunia menuju akhirat, maka turunlah dari langit para malaikat yang keras lagi bengis, wajahnya hitam, mereka membawa kain kasar dari neraka, lalu mereka duduk di dekatnya sepanjang pandangan mata, kemudian datanglah malaikat maut dan duduk di dekat kepalanya, seraya berkata: 'Wahai jiwa yang keji, keluarlah kepada kemarahan dan kebencian Allah.'

Maka rohnya tersebar dalam jasadnya dan malaikat maut mencabut roh itu sebagaimana dicabutnya besi yang banyak cabangnya dari kain yang basah, sehingga otot dan sarafnya pun terkoyak. Maka semua malaikat antara langit dan bumi serta yang tinggal di langit melaknatnya, dan ditutuplah pintu-pintu langit, tidak ada satu pun penjaga pintu langit melainkan semuanya berdo'a kepada ALlah semoga roh itu jangan naik dari arah mereka.

Maka malaikat maut mengambilnya, dan apabila sudah dia ambil maka para malaikat lainnya tidak membiarkannya di tangannya sekejap matapun sehingga mereka menjadikannya di kain kasar dari neraka tersebut. Darinya menyebarlah bau terbusuk yang pernah ada di muka bumi, maka mereka memawanya naik, dan tidaklah mereka melewati pada kelompok malaikat kecuali berkata: 'Siapakah roh yang keji ini?' Para malaikat menjawab: 'Fulan bin Fulan' (dengan namanya yang paling jelek selama hidup di dunia) sehingga mereka sampai di langit dunia. Mereka minta dibukakan namun tidak dibukakan."

Kemudian Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam membaca firman Allah:

(إِنَّ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَـٰتِنَا وَٱسۡتَكۡبَرُواْ عَنۡہَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمۡ أَبۡوَٲبُ ٱلسَّمَآءِ وَلَا يَدۡخُلُونَ ٱلۡجَنَّةَ حَتَّىٰ يَلِجَ ٱلۡجَمَلُ فِى سَمِّٱلۡخِيَاطِ‌ۚ  …(٤٠

Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakakn bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak pula mereka masuk ke dalam surga, hingga unta masuk ke lubang jarum … (Al A'raf: 40)

"Maka Allah berfirman: 'Tulislah kitabnya di neraka sijjin di bumi yang paling rendah.' lalu dikatakan: 'Kembalikanlah hamba-Ku ke bumi, karena Aku sudah berjanji bahwa dari tanahlah Aku ciptakan, dan kepadanya Aku kembalikan serta darinya Aku bangkitkan untuk yang kedua kalinya.; Maka rohnya pun dilemparkan dari langit sehingga jatuh di jasadnya."

Kemudian Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam membaca firman Allah Ta'ala:

(وَمَن يُشۡرِكۡ بِٱللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ ٱلسَّمَآءِ فَتَخۡطَفُهُ ٱلطَّيۡرُ أَوۡ تَهۡوِى بِهِ ٱلرِّيحُ فِى مَكَانٍ۬ سَحِيقٍ۬ (٣١ …

… Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka dia itu seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh (Al Hajj :31)

"Maka rohnya dikembalikan ke jasadnya dan dia mendengar bunyi terompah orang-orang yang mengantarnya saat mereka pergi.

Lalu datanglah dua malaikat yang membentak dengan keras dan keduanya mendudukkannya seraya berkata:

(مَنْ رَبُّكَ) 'Siapa Tuhanmu?' Maka dia menjawab: 'Hah… hah… saya tidak tahu'

Keduanya bertanya lagi (وَمَا دِيْنُكَ) 'Apa agamamu?' dia menjawab: 'Hah… hah… saya tidak tahu'

Keduanya bertanya lagi (وَمَا هَذَا الرَّجُلُ الَّذِيْ بُعِثَ فِيْكُم) 'Siapa orang yang telah diutus di antara kalian?' Roh itu tidak bisa menyebutkan namanya, lalu ditunjukkan padanya bahwa itu adalah Muhammad, maka dia menjawab: 'Hah… hah… saya tidak tahu (saya pernah mendengar orang-orang menyebutnya)'

Maka dikatakan kepadanya: 'Engkau tidak tahu dan tidak mau membaca.' Maka terdengar seruan dari langit: 'Dia telah mendustakan, maka bentangkanlah untuknya permadani dari api neraka, dan bukakanlah untuknya pintu menuju neraka, agar dia mencium baunya dan mendapatkan racunnya.' Lalu disempitkanlah kuburnya sampai remuk tulang-tulangnya.

Kemudian didatangkanlah kepadanya (dalam riwayat lain: diserupakan untuknya) seorang lelaki yang berwajah buruk, buruk pakaiannya, busuk baunya, yang berkata kepadanya: 'Bergembiralah dengan perkara yang jelek bagimu, inilah hari yang dijanjikan untukmu.'

Maka dia bertanya: 'Anda, semoga Allah menggembirakanmu dengan yang jelek, siapakah anda?' Maka lelaki itu menjawab: 'Aku adalah amalanmu yang keji, demi Allah, saya tidak mengetahuimu kecuali dahulu engkau lambat dalam mengerjakan ketaatan kepada Allahdan engkau cepat dalam bermaksiat kepada-Nya, maka Allah membalasmu dengan kejelekan.'

Kemudian didatangkan kepadanya seseorang yang buta, tuli, dan bisu, tangannya memegang alat pukul yang seandainya dipukulkan pada sebuah gunung pasti akan hancur rata dengan tanah, lalu dia akan memukulnya sehingga hancur lebur menjadi tanah, kemudian dia akan dikembalikan lagi oleh Allah seperti semula lalu dipukul lagi dan dia akan menjerit yang didengar oleh semua makhluk selain manusia dan jin. Kemudian akan dibukakan kepadanya pintu ke neraka dan dibentangkan hamparan dari neraka. Dan dia hanya bisa berkata: 'Ya Allah, jangan bangkitkan hari kiamat."

(Shahih, Hadits Riwayat Abu Dawud, Hakim 1/37, Thoyalisi 753, Ahmad 4/287. lihat takhrij secara lengkap pada Ahkamul Jana'iz oleh Al-Albani halaman 202)

 

Best Regards,

 

Ari Taufiq

Petroleum Engineer - RDT

 

Disclaimer:
The contents of this email, together with its attachments, may contain confidential information belong to Virginia Indonesia Co., LLC ("VICO") and Virginia Indonesia Co., CBM Limited  ("VICO CBM"). If you are not the intended recipient, please notify the sender immediately and delete this e-mail from your system, and you should not disseminate, distribute, copy or otherwise use this email or any part thereof.

Merendahkan Perempuan

Visit waysofmuslim.blogspot.com

Merendahkan Perempuan

Rabu, 28 Agustus 2013, 13:26 WIB

 

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: KH Didin Hafidhuddin
Banyak ayat dan hadis yang menjelaskan kaum perempuan memiliki kedudukan yang mulia dalam kehidupan umat manusia. Dalam Alquran terdapat surah an-Nisa/surah perempuan yang sebagian besar isinya menggambarkan tentang kedudukan keluarga.

Artinya, ini isyarat pemeran utama dalam membangun keluarga adalah kaum perempuan atau ibu. Anak dan keturunan yang saleh dan salihah pada umumnya adalah hasil dari belaian dan didikan ibunya. Al-uum al-madrasatul uula (ibu adalah sekolah pertama).

Karena itu, penghormatan kepada ibu melebihi penghormatan kepada bapak. Meskipun, memang keduanya harus dihormati dan disayangi. Apalagi, ketika keduanya sudah memasuki usia tua atau uzur. Terkait hal ini, Allah SWT berfirman dalam surah al-Israa ayat 23-24.

“Dan, Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang dari keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, sekali-kali janganlah kami mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentah mereka serta ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan, rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah, ‘Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.’”

Dalam tata cara berpakaian, perempuan diperintahkan menutup aurat. Ini bagian dari penghormatan dan penghargaan Islam terhadap mereka. Sekaligus, mereka akan merasa terjaga dan terpelihara kehormatan dirinya.

Perempuan yang berusaha menutup auratnya, di samping melaksanakan perintah agama, menghormati dirinya, juga memperlihatkan identitas dirinya sebagai Muslimah. Dalam surah al-Ahzab ayat 59, Allah menegaskan hal tersebut.

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal karena itu mereka tak diganggu. Dan, Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’”

Berbeda dengan paham dan sikap dari golongan materialis dan sekuleris. Dengan mengatasnamakan kebebasan, kemerdekaan, dan hak asasi dinyatakan tak ada keharusan bagi perempuan menjaga kehormatan dirinya. Apalagi, menutup aurat.

Menutup aurat, bagi mereka, mengekang kebebasan berekspresi bagi perempuan dan menghambat aktualisasi diri. Karena itu, apa yang akan dilakukan sekelompok orang dengan menyelenggarakan Miss World di Indonesia yang mayoritas Muslim, dianggap sah-sah saja oleh mereka.

Padahal, ini cerminan dari perilaku yang merendahkan martabat perempuan. Ini juga menjatuhkan derajat mereka ke derajat yang paling rendah. Kegiatan ini, jika betul-betul dilaksanakan, hanyalah akan mengundang amarah dan kutukan dari Allah SWT.

Allah berfirman dalam surah al-A’raf ayat 96, “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.’” Wallahu a’lam.

Redaktur : Damanhuri Zuhri

 

 

Memeluk Ka'bah

Visit waysofmuslim.blogspot.com

Memeluk Ka'bah

Selasa, 10 September 2013, 11:17 WIB

Kabah di Masjidil Haram Makkah, Arab Saudi, Selasa (23/10). (Hassan Ammar/AP)

 

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh HM Rizal Fadillah
Ka’bah adalah kiblat umat. Setiap muslim yang sehat selalu rindu ingin dapat mengunjungi rumah Allah, baik melalui haji maupun umrah. Kemuliannya dijamin oleh Allah SWT.

Kitapun mendoakan Ka’bah dan orang yang mengunjunginya “Ya Allah, tambahkanlah kepada rumah-Mu ini kehormatan, keagungan, kemuliaan dan kewibawaan. Dan tambahkanlah pada orang yang menghormati dan memuliakannya dari siapa saja yang berhaji atau umroh dengan kehormatan, keagungan, kemuliaan dan kebaikan” (HR Syafi’ie secara marfu,).

Ka’bah atau Baitullah memiliki kekuatan magnetik yang luar biasa. Disekitarnya orang shalat mendekat. Thawaf berputar. Berdoa bermunajat ditempat ijabah. Segala agenda yang sulit direalisasikan dimintakan solusinya dengan khusyu di tempat ini. Manusia  mengawali ibadah untuk kembali ke fitrah mulianya dimulai dari bangunan tertua ini.

 “Inna awwala baitin wudhi’a linnasi lalladzi bibakkah”  (Sesungguhnya rumah ibadah pertama yang dibangun untuk manusia adalah yang di Mekkah—yakni Ka’bah)—QS Ali Imran 96.

Allah memanggil hamba-Nya untuk datang. Hamba merespons panggilan dengan jawaban bersemangat “labaika allahumma labaik !” Segala potensi digali, segala enerji dikeluarkan, apa yang ada dikorbankan untuk dapat  memenuhi panggilan-Nya.  Ka’bah memang pantas untuk dirindukan.  

Ketika saya berkunjung ke rumah keluarga teman yang  mengalami sakit stroke, ia yang dalam keadaan lemah dan sulit bicara menyampaikan keinginannya yang belum tercapai dan khawatir tak akan bisa tercapai karena kondisi keuangan dan sakitnya, yaitu menunaikan ibadah haji.

Kerinduannya luar biasa. Apabila di televisi ada tayangan masjidil haram dengan Ka’bahnya, ia selalu memaksakan diri untuk mendekat dan memeluk TV itu. Sambil berlinang air mata Ia bayangkan sedang memeluk Ka’bah. Keluarganya selalu ikut terharu.

Saya sedikit bertaushiyah bahwa Allah tidak memaksakan ibadah kepada hamba-Nya selain dan sekedar kemampuannya. Masih banyak amal-amal lain yang dapat dikerjakan dalam keadaan apapun, termasuk ketika kita sakit. Bisa dengan bershodaqah, berzikir, berdo’a, bahkan dengan bersabarpun kita akan dapat menuai pahala besar. Tidak mudah berangkat ke Baitullah dengan kondisi yang seperti ini. Ia mencoba untuk memahami, namun  ia tetap menangis merindukan rumah-Nya itu.  

Waktu berlalu, ketika saya membimbing jamaah haji tiga tahun kemudian, betapa kaget tanpa diduga-duga saya berjumpa dengan teman yang bernama pak Yakub Murod ini. Ia duduk di kursi roda tengah didorong melaksanakan ibadah Sa’i.

 Di bukit Shafa sebentar kami saling menyapa dan berpelukan. Subhanallah, kekuasaan Allah luar biasa. Air mata yang tertumpah saat memeluk Ka’bah yang ada dalam TV tidak sia-sia. Ia bisa menumpahkan dengan sepuasnya sekarang di depan Ka’bah yang sebenarnya.  Ia telah berhasil nemeluk Ka’bah. 

Kini pak Haji Yakub sudah tiada, ia telah berpulang ke Rahmatullah. Pak Haji Yakub bukan saja telah berhasil memeluk Ka’bah, namun semoga ia pun kini berhasil dipeluk dengan hangat oleh Pemilik Ka’bah. Allah SWT. Aamiin.

Redaktur : Heri Ruslan

 

 

Menjaga Allah

Visit waysofmuslim.blogspot.com

Menjaga Allah

Rabu, 11 September 2013, 06:17 WIB

Pameran Kaligrafi

 

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: TGH Habib Ziadi
“Jagalah Allah, maka Allah akan menjagamu.. “ (HR. Tirmizi)

Kalimat emas di atas adalah potongan dari pesan Nabi SAW kepada sahabat kecilnya, Abdullah bin Abbas. Melalui putra pamannya itu, Nabi SAW mengajarkan kita semua bila kita menjaga Allah sebaik-baiknya, Allah pasti akan menjaga kita dengan penjagaan yang melebihi kita upayakan.

Menjaga Allah menurut para ulama artinya menjaga batasan-batasan, hak-hak, perintah-perintah, dan larangan-larangan Allah.

Lebih jauh lagi bentuk penjagaan itu dengan berkomitmen untuk menjalankan perintah Allah, menjauhi larangannya, dan tidak melampaui batasan yang dilarang oleh-Nya. Jika semua itu dikerjakan, maka ia termasuk orang yang menjaga Allah sebaik-baiknya.

Termasuk di dalam upaya menjaga Allah adalah menjaga lisan dari mengucapkan kata-kata kotor, melakukan provokasi, sumpah palsu, menggunjing, dan berbohong. 

Menjaga perut dari makan dan minum barang-barang yang haram atau syubhat. Menjaga kemaluan agar tidak terjerembab dalam hubungan terlarang.

Nabi SAW bersabda, “Barang siapa yang bisa menjaga di antara dua rahangnya (mulut) dan dua kakinya (kemaluan), maka dia masuk surga.” (HR. Hakim)

Berkata Abu Idris Al-Khaulani bahwa titah yang pertama kali disampaikan Allah kepada Adam saat turun ke dunia adalah hendaklah dia menjaga kemaluannya. Dikatakan kepadanya, “janganlah kamu menggunakannya melainkan kepada yang halal bagimu.”

Orang yang menjaga Allah berarti dia memuliakan-Nya, menjaga hak-Nya, selalu mengingat-Nya, bersyukur kepada-Nya, serta mencintai-Nya dan menjadikan cinta tersebut sebagai dasar hidupnya. Hidupnya hanya untuk meraih ridha-Nya.

Jika seseorang telah memuliakan Allah dan memberikan hak Allah berarti dia telah berserah diri, tawakkal, ridha dengan ketetapan-Nya, bersedia dibimbing oleh-Nya. Dia juga tidak akan menyalahi perintah-Nya, tidak bersekutu untuk memerangi agama-Nya dan syiar-syiar-Nya.

Konsekuensi dari menjaga Allah adalah Allah akan menjaga Hamba-Nya tersebut. Menurut Ibnu Rajab, penjagaan Allah itu mengandung dua unsur.

Pertama, Allah akan menjaga hambanya dengan memenuhi kebutuhan dunianya seperti terjaga badan, anak, keluarga, dan hartanya. Kedua, Allah akan menjaga agama dan imannya. Hamba itu terjaga dari perkara syubhat yang menyesatkan dan dari syahwat yang diharamkan.

Agamanya terjaga hingga hamba itu meraih husnul khatimah saat menutup matanya di akhir hayatnya. Penjagaan  kedua ini lebih mulia dibanding yang pertama.

Betapa luar biasa balasan dan penghargaan Allah kepada hamba-Nya. Kita sadari betapapun upaya kita menjaga Allah, tetap saja kita tidak akan pernah bisa melakukan yang terbaik sesuai dengan kehendak-Nya. Namun, Allah selalu membalas dengan balasan terbaik yang sejatinya itu belum pantas untuk kita.

Redaktur : Damanhuri Zuhri

 

 

Jumat, 13 September 2013

Sherif Quinn: Islam Itu Sederhana dan Logis

Visit waysofmuslim.blogspot.com

Sherif Quinn: Islam Itu Sederhana dan Logis

Kamis, 12 September 2013, 17:18 WIB

Mualaf (ilustrasi).

 

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Interaksi pertama Sherif Quinn dengan Islam bermula ketika ia bekerja di Arab Saudi. Dari literatur yang dibacanya, Quinn memahami Arab Saudi merupakan negeri kelahiran Islam.

Di Makkah terdapat Ka'bah, kiblat umat Islam. Dari beberapa surat kabar Saudi, Quinn mendapati banyak pertanyaan yang diajukan pembaca tentang Islam. Pertanyaan yang diajukan begitu spesifik. Seperti misal, tata cara shalat dan wudhu.

"Bagi saya, itu memang sulit dimengerti. Namun, pemahaman saya saat itu agama adalah bagian dari budaya," kenang dia seperti dilansir Onislam.net, Kamis (12/9).

Beberapa tahun kemudian, Quinn pindah ke Uni Emirat Arab. Di negeri petro dolar ini, Quinn merasakan atmosfer Eropa ketimbang Timur Tengah. Di sini, Quinn melihat Islam dengan berbeda. Ini yang membuatnya banyak berdialog dengan koleganya.

Quinn besar dalam tradisi Katolik yang kuat. Ia sempat menjalani pendidikan agama. Namun, pendidikan itu tidak membuatnya paham hubungan antara Kristen dan kehidupan nyata. Ia justru menemukan banyak kontradiksi.

"Saya pikir ini yang membuat banyak temannya yang akhirnya mulai menganggap remeh ajarannya sendiri," kata dia.Tak lama, Quinn kembali ke Arab Saudi. Ia lagi-lagi terlibat dialog dengan komunitas Muslim. Tapi ia merasa banyak pihak yang ingin "mengubahnya".

Ia mulai merasa terganggu dengan itu. Sejak itu, ia mulai berhati-hati. Seiring ia membaca literatur tentang Islam dan Muslim. Banyak informasi yang ia dapat. Quinn menyoroti masalah tertinggalnya umat Islam di bidang pendidikan, ekonomi dan kerap terlibat perang.

 "Sebuah agama seharusnya tak seperti ini. Mungkinkan ini yang dipikirkan seseorang pria yang bernama Muhammad SAW," kata dia.Kendati begitu, Quinn begitu kagum dengan Alquran.

Melalui Alquran, ia mendapati satu kesimpulan bahwa dalam Islam terdapat kesederhanaan dan logika. Firasatnya tentang kebenaran Islam pun menguat. "Yang membuatku terkesan, ketika ada salah cetakan huruf pada mushaf Alquran, maka ia segera membenarkannya. Ia pun memeriksa pada mushaf lain guna memastikan akurasinya," kata dia.

Hal lain yang membuat Quinn terkesan, terdapat banyak referensi ilmiah dari Alquran. Ini termasuk, meteorologi, astronomi, fisika, medis dan lainnya. Satu fakta yang tak terbantahkan dalam Alquran adalah kitab ini meminta manusia membayangkan betapa luar biasanya ciptaan Tuhan.

Namun, ketika membayangkan itu, Alquran meminta manusia memikirkannya melalui ilmu pengetahuan. Di luar itu, ada panduan hidup dalam Alquran yang cukup jelas. Semisal, larangan mengkonsumsi alkohol, berjudi, dan hubungan seks di luar nikah.

Setiap Muslim juga diminta untuk mencari rizeki yang halal, menyantuni anak yatim dan kalangan tak berpunya. Setiap Muslim juga diminta mengenakan pakaian yang sopan, ini termasuk aturan soal hijab. Semua aturan itu ada alasan yang diterima logika.

"Sangat jelas, mengapa banyak perempuan di seluruh dunia memeluk Islam. Karena Islam menghormati dan melindungi mereka," kata dia. Pada satu titik, muncul dalam pemikiran Quinn untuk tetap mengabdi pada gereja atau memutuskan hubungan dengan gereja. Butuh satu tahun lebih baginya untuk memutuskan pilihan yang tepat.

Tibalah pada hari Jumat, Quinn memutuskan untuk menjadi Muslim. "Saya melihat ke depan kebangkitan Islam di seluruh dunia akan dimulai. Saya bertanya-tanya bagaimana Barat bereaksi atas kebangkitan Islam, menerima atau merasa terancam. Tapi apapun yang terjadi Islam tidak akan pergi kemana-mana," kenang dia.

 

Reporter : Agung Sasongko

Redaktur : Heri Ruslan

 

 

MABIT MTT HQ "24 Jam Bersama Nabi Muhammad SAW " bersama: Ustad Budi Ashari,Lc , Jum'at-Sabtu ,Tgl : 13-14 September 2013, Waktu : 17.00 - 06.30 (Menginap), Ballroom Telkomsel Lt 18, Hadirilah...

Visit waysofmuslim.blogspot.com

 

Assalamu’alaikum wr.wb

 

Rekan2 Muslim yang dirahmati ALLAH SWT,

 

Mohon kiranya bisa disebarkan dilingkungan dakwahnya masing2 ya. Acara ini terbuka untuk umum  dan gratis. Defaultnya menginap , tapi kalo ndak menginap juga ndak apa-apa. Terbukan untuk Ikhwan dan Akhwat.

 

Adapun tema Mabit kali ini adalah “ 24 JAM Keseharian Nabi “ . INsya Allah pada kajian ini akan dibahas secara detail agenda kegiatan keseharian nabi, kebiasaan nabi dalam menjalani kehidupan sehari-hari dari mulai bangun tidur, kegiatan diwaktu pagi, siang ,sore dan malam hari sampai Nabi tidur kembali.

 

Mudah2 an kita dapat mengambil banyak pelajaran darinya dan kita jadikan  suri tauladan  dalam menjalani kehidupan sehari – hari.

 

Adapun agenda acaranya adalah :

 

-          17.00 – 18.00      : Pemutaran Film Islami

-          18.00 – 18.40      : Shalat Maghrib + makan malam

-          18.40 -   19.00     : Tasmi’ Al Qur’an dipimpin oleh Ust. Suraj

-          19.00 – 19.15      : Shalat Isya

-          19.15 – 22.00      : Kajian 24 Jam Keseharian Nabi

-          22.00 – 03.30      : Istirahat

-          03.30 – 04.15      : Qiyamul Lail , diImami oleh Ust. Suraj

-          04.15 – 04.30      : Muhasabah

-          04.30 – 04.45      : Shalat Subuh

-          04.45 – 05.00      : Snack + Coffe Break Subuh

-          05.00 – 06.30      : Lanjutan Kajian 24 Jam Keseharian Nabi

 

Insya Allah untuk Imam Shalat akan dipimpin oleh Ust. Suraj yang memiliki lantunan suara yang merdu sehingga terkadang tak terasa bisa meneteskan air mata kita yang mendengarkannya. Begitulah dahsyatnya mukjizat Al Qur’an. Insya Allah beliau juga akan memimpin Qiyamul Lail dan Muhasabah dalam acara ini.

 

Mari kita segarkan Ruhani kita dengan menghadiri acara ini.

 

Semoga ALLAH SWT meringankan langkah kita untuk dapat menghadirinya.


Wassalamu’alaikum wr.wb


Al faqir

 

 

 

 

From: mtt
Sent: Tuesday, September 10, 2013 1:39 PM
To: Muslim-L
Subject: MABIT MTT HQ "24 Jam Bersama Nabi Muhammad SAW " bersama: Ustad Budi Ashari,Lc , Jum'at-Sabtu ,Tgl : 13-14 September 2013, Waktu : 17.00 - 06.30 (Menginap), Ballroom Telkomsel Lt 18, Hadirilah...

 

 

 

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

 Rekan –Rekan yang dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta’ala,

 Berikut ini disampaikan Info MABIT (Malam Bina Iman & Taqwa) MTT HQ :

 Tema :

 “ 24 Jam Bersama Nabi Muhammad SAW “

Bersama :

   Ustad  Budi Ashari ,Lc

     Hari       :  Jum’at - Sabtu

   Tanggal  :  13 - 14 September 2013

     Waktu     :   17.00 - 06.30 (Menginap)

   Tempat  :   Ballroom Telkomsel Lantai 18 Wisma Mulia

*Acara ini terbuka bagi Ikhwan & Akhwat menginap maupun tidak , dan bisa membawa keluarganya untuk mengikuti acara ini.

 

 

 

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

  

Salam Ukhuwah

  

 

 



“This electronic mail and its attachment(s) is intended only for the recipient(s) to whom it is addressed. It may contain information which may be confidential and/or protected by legal privilege. If you are not the intended recipient(s), reading, disclosing, printing, copying, forwarding this electronic mail and its attachment(s) and/or taking any action in reliance on the information in this electronic mail and its attachment(s) are prohibited. Telkomsel shall not be liable in respect of communication made by its employee which is contrary to the company policy and/or outside the scope of the employment of the individual concerned. The employee will be personally liable for any damages or other liability arising.”

“Surat elektronik ini beserta lampirannya dimaksudkan hanya untuk penerima kepada siapa surat tersebut ditujukan. Informasi yang terdapat di dalamnya dapat bersifat rahasia dan/atau dilindungi oleh hukum. Jika Anda bukan penerima yang dituju, Anda dilarang untuk membaca, mengungkapkan, mencetak, menyalin, meneruskan surat elektronik ini beserta lampirannya dan/atau mengambil tindakan apapun berdasarkan informasi yang terdapat dalam surat elektronik ini beserta lampirannya. Telkomsel tidak bertanggung jawab atas setiap komunikasi karyawan yang bertentangan dengan kebijakan perusahaan dan/atau berada di luar lingkup pekerjaannya. Segala resiko dan akibat yang ditimbulkan merupakan tanggung jawab personal. “