Kamis, 21 Maret 2013

FW: KLiK-Kajian Lintas Perkantoran Maret 2013; PERAN KELUARGA DALAM MEMBANGUN UMAT

Please visit BDI Website http://vico-bdi.vico.co.id/

Pengurus BDI berupaya menghindari peredaran email-email yang dianggap dapat menimbulkan polemik antara anggota BDI

 

 

 

From: Nana Triana
Sent: Thursday, March 21, 2013 9:25 AM
To: BDI
Subject: KLiK-Kajian Lintas Perkantoran Maret 2013; PERAN KELUARGA DALAM MEMBANGUN UMAT

 

FW: Ibnu Mas'ud Penghapal dan Pengajar Alquran

Please visit BDI Website http://vico-bdi.vico.co.id/

Pengurus BDI berupaya menghindari peredaran email-email yang dianggap dapat menimbulkan polemik antara anggota BDI

 

 

 

From: Suparman
Sent: Friday, March 22, 2013 6:55 AM
To: BDI
Subject: Ibnu Mas'ud Penghapal dan Pengajar Alquran

 

Ibnu Mas'ud Penghapal dan Pengajar Alquran

Jumat, 22 Maret 2013, 06:43 WIB

Mihrab Masjid Nabawi di Madinah, Arab Saudi.

 

REPUBLIKA.CO.ID,  Oleh Kusnandar SThI
Ibnu Mas’ud adalah seorang sahabat Nabi dan pemegang rahasia Rasulullah SAW. Nama lengkapnya adalah Abdullah bin Mas’ud bin Ghafil bin Habib. Dia termasuk orang pertama yang masuk Islam.

Jika Rasulullah bepergian, Ibnu Mas’ud yang menemani Nabi pergi, sembari membawakan sandal, bantal, sikat gigi dan air untuk wudhu Rasulullah. Mereka berjalan bersama-sama, kadang Ibnu Mas’ud berjalan di depan, kadang di belakang.

Ia sering masuk ke kamar Rasulullah mengurus tempat tidur Nabi SAW. Tak heran, sahabat Abu Musa al-Asy’ari pernah menduga Ibnu Mas’ud sebagai keluarga Nabi. Jika Nabi SAW tengah mandi, Ibnu Mas’ud yang menutupinya. Begitu juga ketika Nabi tidur, Ibnu Mas’ud membangunkannya.  Serta memakaikan kedua sandalnya ketika Nabi berdiri dan hendak pergi. Apabila Nabi duduk, ia menyelipkan kedua sandal di bawah ketiaknya.
 
Perawakannya kurus dan pendek sekali serta kulitnya amat hitam. Selalu berpakaian rapi serta memakai wangi-wangian. Ciri khas lainnya adalah, ia memiliki betis yang kecil. Perawakannya yang kecil inilah yang pernah dipuja Rasulullah dari orang-orang yang menertawakannya.

Karena selalu menemani Rasulullah, Ibnu Mas’ud termasuk salah satu sahabat, dari sekian banyak sahabat yang mengumpulkan Alquran langsung dari mulut Rasulullah. Ibnu Mas’ud bersumpah, "Demi Allah Yang tidak ada Ilah selain-Nya. Tidaklah satu surat pun yang diturunkan dari Kitabullah, kecuali saya mengetahui, di mana surat itu diturunkan. Dan tidak ada satu ayat pun dari Kitabullah kecuali mengetahui, kepada siapa ayat itu diturunkan. Sekiranya aku tahu, ada orang yang lebih mengetahui tentang Kitabullah dan tempatnya bisa ditempuh oleh Unta, maka niscaya aku akan berangkat menemuinya." (HR Bukhari).

Ia mengetahui Alquran dan waktu turunnya. Rasulullah memujinya dan menganjurkan para sahabat lain untuk belajar dan menghapal Alquran kepadanya. Sabda Rasulullah kepada para sahabatnya, “Ambillah Alquran itu dari empat orang. Yaitu dari Abdullah bin Mas'ud, Salim, Mu'adz bin Jabal dan Ubay bin Ka'ab.” (HR Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Ahmad).

Maka beramai-ramai orang mengambil pelajaran Alquran darinya, mengamalkannya, membaca, menghapal, serta Ibnu Mas’ud menjelaskan dan memperingatkan kepada mereka masalah yang penting jika terdapat kekeliruan dalam membaca Alquran. Kata Ibnu Mas’ud saat mengajarkan Alquran, "Aku telah membacanya di hadapan Rasulullah SAW.” (HR Bukhari).

Petuah Nabi kepada sahabatnya, “Barang siapa yang ingin membaca Alquran yang baik seperti pertama kali turun, maka bacalah seperti bacaan Abdullah bin Mas’ud.”(HR Ibnu Majah, Ahmad).

Selain itu, Ibnu Mas’ud juga dianugerahi suara yang merdu. Rasulullah suka meminta Abdullah bin Mas’ud membacakan Alquran untuknya. Rasulullah ingin mengetahui bacaan Alquran yang telah diajarkannya kepada anak didiknya. "Bacakanlah Alquran padaku," sabda Nabi kepada Ibnu Mas’ud suatu ketika. "Aku membacakannya untuk Anda, padahal kepada Andalah ia diturunkan?” jawab Ibnu Mas’ud. "Sungguh aku suka mendengarnya dari orang lain," perintah Nabi SAW.

Lalu Abdullah bin Mas’ud membacakan surat An-Nisa. Ketika bacaan Ibnu Mas’ud sampai kepada ayat 41 yang artinya, “Maka bagaimanakah (orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu).” “Cukup,” pinta Nabi kepada Ibnu Mas’ud untuk menghentikan bacaannya. Ibnu Mas’ud berhenti dan melihat wajah Rasulullah, lalu berkata, “Dan ternyata kedua mata Beliau SAW berlinangan air mata.” (HR Bukhari, Abu Dawud, Ahmad).

Pada zaman pemerintahan Umar  bin Khathab, Abdullah bin Mas’ud bertugas di Kufah untuk megajarkan agama Allah di sana. Ali bin Abi Muthalib memuji Ibnu Mas’ud dan menyatakannya sebagai orang berilmu, yang mengetahui Alquran dan sunnah. Abdullah bin Mas’ud juga banyak meriwayatkan hadits sebanyak 840 hadits. Dia wafat di Madinah pada tahun 32 Hijriah dalam usia 65 tahun.

Redaktur : Heri Ruslan

 

 

FW: Taubat Profesi < Jamil Azzaini

Please visit BDI Website http://vico-bdi.vico.co.id/

Pengurus BDI berupaya menghindari peredaran email-email yang dianggap dapat menimbulkan polemik antara anggota BDI

 

 

 

-----Original Message-----
From: Nana Triana
Sent: Thursday, March 21, 2013 5:33 PM
To: BDI
Subject: Taubat Profesi « Jamil Azzaini

 

 

http://www.jamilazzaini.com/taubat-profesi/

 

Banyak orang yang bekerja tetapi tersiksa. Anehnya, hal itu bertahan sangat lama. Mereka rela hidup menderita setiap hari. Selain membuat mereka sulit berkembang, kerja mereka berpeluang tidak dicatat sebagai ibadah. Mengapa? Karena mereka bekerja tidak tulus ikhlas. Akhirnya, penghasilan tak kunjuang meningkat, pahalapun tak mereka dapat. Rugi dunia dan bisa menyesal di akhirat.

 

Hidup itu singkat, nikmatilah kehidupan dunia sekaligus sebagai bekal untuk kehidupan nanti. Hal yang paling mendasar untuk mendapatkan keduanya, bekerjalah dengan benar dan lakukanlah ikhlas karena-Nya. Selain itu, agar hidup semakin nikmat dan enjoy pilihlah aktivitas yang memenuhi tiga kriteria berikut.

 

Pertama, lakukanlah sesuatu yang Anda cintai. Temukanlah berbagai aktivitas yang benar-benar Anda cintai dan juga tak melanggar ketentuan-Nya. Anda sangat enjoy saat mengerjakan hal itu. Anda begitu menikmati bahkan rela bekerja hingga larut malam tanpa banyak keluhan.

 

Sang Maha Pencipta menciptakan kita dengan berbagai talenta yang berbeda. Setiap kita pasti mempunyai aktivitas yang kita cintai. Temukanlah. Saat Anda sudah menemukannya, sejak saat itulah sebenarnya Anda sudah tidak bekerja tetapi menjalankan hobi. Nikmat, asyik dan membahagiakan.

 

Kedua, kuasailah. Sesuatu yang Anda cintai haruslah dipupuk. Bagaimana cara mempupuk cinta dalam hal pekerjaan atau aktivitas? Anda berusaha terus untuk menguasai pekerjaan itu hingga benar-benar ahli. Bahkan Anda rela mengeluarkan investasi untuk terus menerus meningkatkan kemampuan di bidang yang Anda tekuni.

 

Ketiga, menghasilkan. Melakukan sesuatu yang Anda cintai dan kuasai tanpa hasil akan membuat Anda kehabisan “bahan bakar”. Anda harus mengidentifikasi hasil apa saja yang Anda peroleh saat mengerjakan hal itu.

 

Tidak semua jerih payah Anda menghasilkan uang atau harta. Boleh jadi menghasilkan nama baik, intangible asset dan jangan lupa tentu mengasilkan pahala. Agar Anda terus semangat dan bergairah maka Anda harus tahu persis hasil-hasil apa saja yang Anda peroleh jika menekuni hal itu.

 

Apakah pekerjaan dan aktivitas sehari-hari Anda sudah memenuhi 3 hal tersebut di atas? Bila belum, segeralah lakukan taubat profesi. Beralihlah melakukan sesuatu yang Anda cintai, kuasai dan menghasilkan. Siap? Segeralah!

 

Salam SuksesMulia!

 

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini

 

 

FW: Pengajian VIKEBA IV'13 (24 Maret 13 - Hidayah L)

Please visit BDI Website http://vico-bdi.vico.co.id/

Pengurus BDI berupaya menghindari peredaran email-email yang dianggap dapat menimbulkan polemik antara anggota BDI

 

 

 

From: Dodo J. Joesoef
Sent: Thursday, March 21, 2013 3:50 PM
To: BDI
Subject: Pengajian VIKEBA IV'13 (24 Maret 13 - Hidayah L)

 

 

"  P E N G A J I A N    V I K E B A  "

 

 

 

Bismillaahirrohmaanirrohiim

Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

 

 

Kami mengundang Kaum Muslimin dan Muslimat Warga Balikpapan, untuk

bersama-sama mengikuti Pengajian Rutin/Bulanan VIKEBA, yang insya Allah akan diadakan pada :

 

 

Hari                     : A h a d

Tanggal                : 24 Maret 2013 / 13 Jumadil Awal 1434 H   

Jam                      : 10.30 Wita

Tempat                : Rumah Sdr.Hidayah Lubis,  

  Perumahan WIKA, Cluster Berau CB4 no.12

  Balikpapan, HP: 081350329327.                                 

Penceramah         :

Tema          :”  A Q I Q A H  &  T A S M I Y A H  ”

 

                  

Langkah Kaum Muslimin dan Muslimat untuk hadir mengikuti pengajian ini, merupakan manifestasi hablum minAllah dan hablum minannas.

 

 

Billahit taufiq walhidayah

Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,

 

 

Seksi Kerohanian Islam VIKEBA.

 

 

Rabu, 20 Maret 2013

FW: Kajian Muslimah - 25 Maret 2013 - Menjaga Amanah dengan Sabar yang tak berbatas

Please visit BDI Website http://vico-bdi.vico.co.id/

Pengurus BDI berupaya menghindari peredaran email-email yang dianggap dapat menimbulkan polemik antara anggota BDI

 

 

 

From: Pengurus BDI Jakarta
Sent: Thursday, March 21, 2013 7:23 AM
Subject: Kajian Muslimah - 25 Maret 2013 - Menjaga Amanah dengan Sabar yang tak berbatas

 

FW: Hikmah Lupa dan Penawarnya

Please visit BDI Website http://vico-bdi.vico.co.id/

Pengurus BDI berupaya menghindari peredaran email-email yang dianggap dapat menimbulkan polemik antara anggota BDI

 

 

 

From: Suparman
Sent: Wednesday, March 20, 2013 6:52 AM
To: BDI
Subject: Hikmah Lupa dan Penawarnya

 

Hikmah Lupa dan Penawarnya

Selasa, 19 Maret 2013, 07:39 WIB

Orang membaca Alquran

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Soraya Khoirunnisa Halim

Lupa adalah suatu kewajaran bagi manusia. Demikian pula dalam menghafalkan Alquran. Dalam suatu diskusi dengan seorang ustad, saya menanyakan perihal banyaknya orang yang enggan menghafal Al-Qur’an dengan alasan takut lupa.

Ustad tersebut tersenyum dan menjawab,”Orang yang takut menghafal karena takut lupa dianalogikan seperti orang yang tidak mau memiliki uang karena takut hilang. Dia tidak akan pernah kehilangan uang tetapi juga tidak pernah merasakan nikmatnya memiliki uang.”

Lupa ibarat “sms” dari Alquran yang sedang rindu untuk kita baca. Lupa ayat Alquran sejatinya merupakan peringatan kepada kita untuk selalu mengulang dan tidak pernah berhenti mengulang. Lupa adalah “pengikat” antara seseorang dengan Alquran. Demikianlah faedah lupa.

Semakin sering lupa semakin sering kita mengulang Alquran. Semakin sering mengulang, semakin sering kita membaca Alquran. Dengan frekuensi yang semakin sering ”dekat” dengan Alquran, maka Insya Allah rasa cinta terhadap Alquran semakin bersemi.

Semoga dengan demikian, Allah menyingkap rahasia ilmu Alquran yang luar biasa. M Quraisy Shihab dalam pengantarnya di Buku "Membumikan Alquran menuliskan ucapan Al-Mawdudi, “Untuk mengantarkanmu mengetahui rahasia ayat Alquran, tidaklah cukup kau membacanya empat kali sehari.”

Maka semestinya ketika Alquran mengirimkan sinyal “rindu” berupa lupa, kita segera menjawabnya. Kita melakukan usaha untuk menjaganya. Amalan mujarab dari Rasulullah saw yang diberikan kepada ‘Ali bin Abi Thalib mungkin dapat kita coba.

Suatu ketika Ali ra mengeluhkan tentang hafalannya yang sering hilang. Ali ra berkata,” Ya Rasulullah , aku korbankan ibu dan ayahku atas engkau. Aku mencoba menghafal Alquran tetapi selalu lupa dan hilang dari ingatanku.”

Beliau Saw bersabda,”Akan aku ajarkan kepadamu satu cara yang bermanfaat bagimu dan apa yang kamu adukan, sehingga apa saja yang kamu pelajari akan terpelihara dalam ingatanmu.”

Kemudian Beliau bersabda, ”Jika malam Jumat tiba, bangunlah pada akhir malam. Pada saat itu adalah waktu yang sangat baik. Ketika itu malaikat turun dan doa-doa dikabulkan secara khusus oleh Allah.''

''Jika kamu sulit bangun pada waktu itu, maka bangunlah pada pertengahan malam, Jika pada waktu itupun kamu sulit bangun maka bangunlah pada permulaan malam. Dan shalatlah empat rakaat . Bacalah surah Yasin setelah membaca Al-Fatihah pada rakaat pertama. Rakaat kedua setelah Al-Fatikhah bacalah Surat Ad-dukhan. Rakaat ketiga setelah Al-Fatikhah bacalah surat As-sajdah. Pada raka’at keempat setelah Al-Fatikhah bacalah surat Al-Mulk.''

''Setelah selesai membaca Tahiyyat, perbanyaklah memuji Allah swt, lalu kirimkanlah shalawat dan pujian kepadaku. Juga kirimkanlah shalawat kepada nabi dan kaum mu’min. Dan kepada saudara seiman yang sudah meninggal dunia. Mohonkanlah ampunan untuk mereka. Setelah itu bacalah doa ini.  (Rasulullah memberikan doa yang cukup panjang. Untuk lebih lengkap dapat dilihat pada kitab Fadhailul A’mal : 636 atau browsing internet “hadist memperkuat hafalan”).''

Kemudian Nabi bersabda, ”Wahai Ali, kerjakanlah ini selama tiga, lima, atau tujuh Jumat. Insya Allah doamu akan dikabulkan Allah Swt. Aku bersumpah dengan Nama-Nya yang menjadikan aku sebagai nabi, bahwa doa setiap mu’min tidak akan dibiarkan tanpa dikabulkan.”

Ibnu Abbas ra meriwayatkan setelah lima atau tujuh Jumat, Ali ra datang kepada Rasulullah saw dan berkata,” Ya Rasulullah, dulu aku menghafal kurang dari empat ayat, itu pun tidak lama berada dalam ingatanku. Sekarang aku dapat menghafal empat puluh ayat dan aku mengingatnya dengan mudah. Seolah Alquran dibukakan di depanku. Dulu, jika mendengar hadis dibacakan aku kesulitan untuk mengulangnya. Tapi sekarang, jika mendengar hadis lalu meriwayatkan kepada orang lain, aku mampu meriwayatkannya tanpa tertinggal satu huruf pun.”

Subhanallah, semoga kita diberi kekuatan untuk menghafal Alquran. Amin.

 

Redaktur : Heri Ruslan

 

 

FW: Wahai Lelaki Bertanggungjawablah < Jamil Azzaini

Please visit BDI Website http://vico-bdi.vico.co.id/

Pengurus BDI berupaya menghindari peredaran email-email yang dianggap dapat menimbulkan polemik antara anggota BDI

 

 

 

-----Original Message-----
From: Nana Triana
Sent: Thursday, March 21, 2013 6:09 AM
To: BDI
Subject: Wahai Lelaki Bertanggungjawablah « Jamil Azzaini

 

 

http://www.jamilazzaini.com/wahai-lelaki-bertanggungjawablah/

 

Wahai Lelaki Bertanggungjawablah

 

Sejak tahun 2004 atau sembilan tahun yang lalu, secara berkala saya datang ke Hongkong untuk berbagi ilmu dengan para pahlawan devisa. Di sela-sela acara seminar atau training saya selalu menyempatkan diri mendengarkan “curhat” dari mereka. Hingga kunjungan kali ini (16-18 Maret) isi “curhatnya” hampir seragam, mereka dijadikan ATM hidup bagi keluarganya di Indonesia.

 

Ada seorang sarjana elektro yang sudah bekerja di Hongkong selama 9 tahun. Ia tak pernah ambil cuti, fokus mengumpulkan uang untuk kuliah dua adiknya. Uang pensiunan orang tuanya tak cukup untuk memenuhi kehidupan keluarganya. Ia rela menunda pernikahan demi keluarga dan kuliah adik-adiknya. Kini usianya sudah 32 tahun.

 

Wanita ini pekerja keras. Dari ceritanya, saya mendapat banyak pelajaran. Pertama, jangan pernah berharap dari uang pensiun. Nilai rupiah yang selalu mengalami inflasi setiap tahun menjadikan uang pensiun yang diterima saat tua tak cukup untuk membiayai keluarga. Nilai 5 juta saat ini, menjadi sangat tak berharga 20 tahun yang akan datang.

 

Persiapkan kehidupan usai pensiun Anda sejak sekarang. Jangan berharap belas kasih dan balasan dari anak-anak untuk kehidupan masa tua Anda. Kelebihan penghasilan yang Anda terima, investasikan untuk sesuatu yang menghasilkan. Jangan habiskan penghasilan Anda hanya sekedar untuk memperbaiki gengsi dan penampilan, itu bisa menyiksa Anda di masa tua.

 

Kedua, latihlah anak laki-laki bertanggungjawab. Saat keluarga tak berdaya, seharusnya penanggungjawab utama adalah anak laki-laki bukan perempuan. Latihlah sejak kecil, anak lelaki Anda bertanggungjawab. Setiap saya hendak ke luar kota, saya membiasakan diri berkata kepada anak lelaki saya, “Jaga ibumu, kakakmu, dan rumahmu. Kau anak laki-laki, kau pemimpin, kau pelindung mereka.”

 

Sebagai lelaki seharusnya malu apabila ada anggota keluarganya yang perempuan harus pergi jauh ke Hongkong atau tempat lain demi membiayai keluarga. Apalagi sampai saudara perempuannya rela menunda pernikahannya. Lebih tak tahu diri lagi, apabila ada lelaki yang rela meminta uang dari hasil tetesan keringat saudara perempuannya. Malulah, bercerminlah wahai lelaki…

 

Laki-laki itu pelindung bagi keluarga dan saudara perempuannya. Laki-laki itu memuliakan kaum perempuan. Laki-laki itu bertanggungjawab atas keluarga dan saudara perempuannya yang belum menikah. Ayo kaum lelaki, bertanggungjawablah…

 

Salam SuksesMulia!

 

Ingin ngobrol dengan saya? Follow saya di twitter: @jamilazzaini